Cerita Saat Pandemi Corona di Bali, Banyak Bule Nggak Pakai Masker

Cerita Saat Pandemi Corona di Bali, Banyak Bule Nggak Pakai Masker

Pemerintah mewajibkan tes PCR sampai rapid antigen bagi traveler yang rela berwisata ke Bali. Namun, tetap banyak bule yang nggak memanfaatkan masker.
Cerita itu dikisahkan oleh tidak benar satu traveler domestik bernama Prabas yang sempat liburan ke Bali pada bulan Desember 2020 lalu. Pergi wisata naik mobil ke Bali bersama dengan istri, tersedia sebagian perihal yang ia perhatikan didalam liburannya di sedang pandemi.

Baca juga: Pengalaman Liburan Naik Mobil Jakarta ke Bali, Deg-degan Tapi Fun!
Diceritakan olehnya pada detikTravel, Senin (4/1/2021), ia tetap mendapati banyaknya bule yang tetap stay di sana tetapi tak memanfaatkan masker di Bali. Khususnya di area Canggu yang jadi tidak benar satu destinasi favorit warga negara asing yang tinggal di Bali.

“Kita ke Canggu aja, dari Kuta ke Canggu cuma sejam. La Brisa rame banget. Di sana mesti memanfaatkan masker, tetapi di kira-kira La Brisa banyak yang nggak memanfaatkan masker. Di La Brisa banyak banget bule,” ujarnya sewa mobil bali .

Bali sementara libur akhir tahun 2020.Suasana di Canggu sementara libur akhir tahun Foto: (istimewa/Prabas)
Destinasi yang didatangi oleh Prabas di Canggu, Bali sesungguhnya memadai terkenal di kalangan turis asing. Walau di obwis itu mewajibkan pengunjung memakai masker, tetapi pemandangan sebaliknya jadi berlangsung di kira-kira Canggu.

Melihat ramainya La Brisa dan juga turis yang seliweran di Canggu tanpa masker, Prabas dan istri beranjak ke Ubud. Di sana, ia mengaku kondisi lebih baik dan lebih tertib.

“Dari Kuta ke Ubud 1 jam juga, ternyata lebih adem dan banyak wisatawan yang memanfaatkan masker semua. Lebih taat dan banyak bulenya juga,” ujarnya.

Bali sementara libur akhir tahun 2020.Suasana di Monkey Forest Ubud Foto: (istimewa/Prabas)
Walau sama-sama jadi destinasi favorit turis, nyatanya bule di Ubud jadi lebih teratur memakai masker. Jumlahnya terhitung tak sebanyak di Canggu yang populer.

Selain itu, ia terhitung menyempatkan wisata ke Uluwatu sampai GWK yang populer. Di wilayah itu, kondisi disebutnya terhitung memadai sepi.

“Hari keempat ke Uluwatu. Di Uluwatu sepi banget. Jam 1 siang cuma 5-6 mobil parkir,” tambahnya.

Baca juga: Bali? Bukan, Ini di Boyolali
Suasana mirip terhitung ditemui di kira-kira penginapan mereka di kawasan Kuta yang populer. Bali yang sekarang, amat berlainan bersama dengan yang diingatnya di era sebelum COVID-19.

“Itu Bali sepi banget, semua toko pada tutup. Sepanjang Legian itu sepi kayak kota mati,” tutupnya.

Jalanan yang tadinya dipenuhi oleh restoran sampai mini market berganti jadi postingan closed sampai papan rolling door yang tertutup. Cukup menyedihkan, mengingat dahulu Bali begitu hidup oleh wisatawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.